Featured Posts

STOP GLOBAL WARMING

Isu tentang Global Warming atau Pemanasan Global menjadi topik pembicaraan yang menarik, bagaimana tidak dari peningkatan suhu di sekitar kita, yang berujung pada keluhan “aduh panas sekali hari ini!”. Yah isu yang sedang santer-santernya bahkan menjadi isu milik masyarakat dunia yang sekali lagi akhir-akhir ini amat ramai di perbincangkan dan di perdebatkan.
Dari data yang berkembang isu ini bukan isapan jempol belaka, mulai dari pamanasan global, bencana Tsunami, banjir, puting beliung, aktifitas gunung merapi sampai pada gempa telah kita lewati tiap tahunnya. Dan tidak dapat di pungkiri ini adalah sebuah proses penghancuran bumi yang kita pijak ini di sadari atau tidak.
Konstribusi pemanasan global
Konstribusi pemanasan global yang di kutip dari website pemanasanglobal.net antara lain adalah :
Karbon Dioksida (CO2),
metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak),
Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC).
Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.
Pemanasan Global dan Efek Rumah Kaca
Apa itu Rumah Kaca
Sebenarnaya rumah kaca prinsipnya sama dengan rumah kaca yang berguna untuk menahan sinar matahari, sehingga suhu di dalamnya tetap hangat dan membuat tanaman tumbuh dengan baik. Pada dasarnya Bumi kita memerlukan gas rumah kaca, karena kalau tidak bumi kita akan terasa amat dingin sekali.
Idealnya seperti itu namun seperti di jelaskan diatas konsrtibutor di bumi kita ini terlalu banyak sehingga merusak fungsi utama dari efek rumah kaca tersebut dari penelitian yang telah di lakukan oleh para ahli, penyebab kian panasnya Bumi kita ini berhubungan dengan gas rumah kaca, yah tentu saja kita sendiri pelakunya. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.
Ayo.. bagainama kalu sudah begini. Masih mau cuek atau melaukan sesuatu untuk bumi ini.
STOP GLOBAL WARMING NOW!!! SAVE OUR PLANET!!Isu tentang Global Warming atau Pemanasan Global menjadi topik pembicaraan yang menarik, bagaimana tidak dari peningkatan suhu di sekitar kita, yang berujung pada keluhan “aduh panas sekali hari ini!”. Yah isu yang sedang santer-santernya bahkan menjadi isu milik masyarakat dunia yang sekali lagi akhir-akhir ini amat ramai di perbincangkan dan di perdebatkan.
Dari data yang berkembang isu ini bukan isapan jempol belaka, mulai dari pamanasan global, bencana Tsunami, banjir, puting beliung, aktifitas gunung merapi sampai pada gempa telah kita lewati tiap tahunnya. Dan tidak dapat di pungkiri ini adalah sebuah proses penghancuran bumi yang kita pijak ini di sadari atau tidak.
Konstribusi pemanasan global
Konstribusi pemanasan global yang di kutip dari website pemanasanglobal.net antara lain adalah :
Karbon Dioksida (CO2),
metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak),
Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC).
Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.
Pemanasan Global dan Efek Rumah Kaca
Apa itu Rumah Kaca
Sebenarnaya rumah kaca prinsipnya sama dengan rumah kaca yang berguna untuk menahan sinar matahari, sehingga suhu di dalamnya tetap hangat dan membuat tanaman tumbuh dengan baik. Pada dasarnya Bumi kita memerlukan gas rumah kaca, karena kalau tidak bumi kita akan terasa amat dingin sekali.
Idealnya seperti itu namun seperti di jelaskan diatas konsrtibutor di bumi kita ini terlalu banyak sehingga merusak fungsi utama dari efek rumah kaca tersebut dari penelitian yang telah di lakukan oleh para ahli, penyebab kian panasnya Bumi kita ini berhubungan dengan gas rumah kaca, yah tentu saja kita sendiri pelakunya. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.
Ayo.. bagainama kalu sudah begini. Masih mau cuek atau melaukan sesuatu untuk bumi ini.
STOP GLOBAL WARMING NOW!!! SAVE OUR PLANET!!!

gladianIsu tentang Global Warming atau Pemanasan Global menjadi topik pembicaraan yang menarik, bagaimana tidak dari peningkatan suhu di sekitar kita, yang berujung pada keluhan “aduh panas sekali hari ini!”. Yah isu yang sedang santer-santernya bahkan menjadi isu milik masyarakat dunia yang sekali lagi akhir-akhir ini amat ramai di perbincangkan dan di perdebatkan.

Dari data yang berkembang isu ini bukan isapan jempol belaka, mulai dari pamanasan global, bencana Tsunami, banjir, puting beliung, aktifitas gunung merapi sampai pada gempa telah kita lewati tiap tahunnya. Dan tidak dapat di pungkiri ini adalah sebuah proses penghancuran bumi yang kita pijak ini di sadari atau tidak.

Konstribusi pemanasan global

Konstribusi pemanasan global yang di kutip dari website pemanasanglobal.net antara lain adalah :

Karbon Dioksida (CO2),
metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak),
Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC).
Baca Selengkapnya >>

Harimau Si Kucing Besar

Harimau hewan satu ini merupakan kelas dari mamalia dan berdarah panas, berbulu dan memiliki kelenjar susu. Harimau juga merupakan hewan pemakan daging atau biasa di kenal dengan karnivora, di alam bebas biasa memburu mangsanya seperti kijang, babi, kancil bahkan landak jika hewan tesebut tidak ada secara berkelompok.

Beberapa Subspecies ysng masih hidup :

  • Harimau Indochina (Panthera tigris corbetti) – yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Malaysia, Kamboja, Republik Rakyat Cina, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.
  • Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) – yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Bangladesh, Bhutan, Republik Rakyat Cina, India, dan Nepal.
  • Harimau Cina Selatan (Panthera tigris amoyensis) – yang tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput tengah dan barat Republik Rakyat Cina.
  • Harimau Siberia (Panthera tigris altaica) – atau juga dikenal sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria. Harimau Siberia tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput Cina, Korea Utara, dan Asia Tengah di Russia.
  • Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) – yang tinggal hanya di kepulauan Sumatera.
  • Harimau Malaya (Panthera tigris jacksoni) – yang tinggal hanya di Semenanjung Malaysia.

Baca Selengkapnya >>

Sekilas Tentang Gladian

Gladian dalam bahasa jawa “gladi”, yang memiliki arti “berlatih” atau ajang dan pelaksanaan
sebuah latihan. Gladian adalah suatu kegiatan yang awalnya di pelopori oleh WANADRI pada
tahun 1970.
Sampai saat ini Gladian telah terselenggara sebanyak 12 kali diantaranya :
Gladian I Tahun 1970 di tebing Citatah Jawa Barat di selenggarakan oleh WANADRI
Gladian II Tahun 1971 di Malang Jawa Timur di selenggarakan oleh TMS 7 Malang.
Gladian III Tahun 1972 di Pantai Carita, Labuhan Jawa Barat di selenggarakan oleh Badan
Koordinasi Pencinta alam dan Penjelajah alam se-Jakarta.
Gladian IV Gladian IV Tahun 1974 di P.Kahyangan dan TanaToraja Ujungpandang Sulawesi
Selatan. Deiselenggarakan oleh Badan Kerajasama Club Antarmaja pencinta Alam
se-UjungPandang. Di dalam Gladian IV di cetuskanlah Kode Etik Pecinta Alam Indonesia.
Gladian V Tahun 1978 di Jawa Barat di selenggarakan oleh WANADRI dan kerjasama dengan
perhimpunan OPA dan yang sejenis.
Gladian VII Tahun diselenggarakan di Kalimantan Tengah.
Gladian IX dilaksanakan di Lampung pada bulan Januari 1989.
Gladian X di Jawa Barat pada tanggal 5 – 10 September 1994.
Gladian XI dilaksanakan di Prop. DIY pada tanggal 4 – 11 Agustus 1996.
Gladian XII dilaksanakan di Jawa Timur dari tanggal 28 Mei- 5 Juni 2001
Gladian VII diselenggarakan di Kalimantan Tengah.
Gladian IX dilaksanakan di Lampung pada bulan Januari 1989.
Gladian X di Jawa Barat pada tanggal 5 – 10 September 1994.
Gladian XI dilaksanakan di Prop. DIY pada tanggal 4 – 11 Agustus 1996.
Gladian XII dilaksanakan di Jawa Timur dari tanggal 28 Mei- 5 Juni 2001.

Gladian dalam bahasa jawa “gladi”, yang memiliki arti “berlatih” atau ajang dan pelaksanaan sebuah latihan. Gladian adalah suatu kegiatan yang awalnya di pelopori oleh WANADRI pada tahun 1970.

Sampai saat ini Gladian telah terselenggara sebanyak 12 kali diantaranya :

Gladian I Tahun 1970 di tebing Citatah Jawa Barat di selenggarakan oleh WANADRI

Gladian II Tahun 1971 di Malang Jawa Timur di selenggarakan oleh TMS 7 Malang.

Gladian III Tahun 1972 di Pantai Carita, Labuhan Jawa Barat di selenggarakan oleh Badan Koordinasi Pencinta alam dan Penjelajah alam se-Jakarta.

Gladian IV Gladian IV Tahun 1974 di P.Kahyangan dan TanaToraja Ujungpandang Sulawesi Selatan. Deiselenggarakan oleh Badan Kerajasama Club Antarmaja pencinta Alam se-UjungPandang. Di dalam Gladian IV di cetuskanlah Kode Etik Pecinta Alam Indonesia.
Baca Selengkapnya >>

Komer”sial” TNGGP

Gede Pangrango, sejak dulu di akui atau tidak telah menjadi surganya para pendaki gunung terutama bagi para pendaki pemula, gunung ini menjadi primadona pendakian. Mulai dari pengembaranan, hikking, kemah, sampai kepada pelaksanana Diklat-sar organisasi pecinta alam.
Di umumkan sebagai Taman Nasional Gede Pangrango pada tahun 1980. Gunung ini terletak di antara 3 kabupaten di antaranya ; kabupaten Bogor, Cianjur dan Suka Bumi.
Alun-alun Surya Kencana (hamparan tempat yang amat luas dan di penuhi oleh bunga edellweis, terutama pada bulan juni atau juli) dan Puncak Gunung Gede Panggrango dapat di tempuh dari 2 rute jalur umum yaitu dari Gunung Putri, lebih dekat menuju puncak menurut saya akan tetapi medannya agak menanjak dan dari Cibodas, medannya lebih landai namun agak memutar, namun dari roete ini banyak pemandangan indah yang bisa di temui separti danau Biru, habitat Owa dan Monyet, Air terjun Cibereum dan air panas. Makanya Cibodas menjadi rute favorit para pendaki.
Dahulu saya ingat, di pos pendaftaran atau perijinan para pendaki biayanya amat murah, di bawah Rp.10.000/orang atau sekitar Rp.2500/orang kalo saya tidak salah ingat. Tapi tahukah anda semenjak ada peraturan baru mengenai TNGP (Taman Nasional Gede Pangrango), semuanya berubah menjadi tidak masuk akal. Berikut perincian biaya yang harus anda keluarkan jika ingin mendaki di TNGP :
TARIF PEMANDUAN WISATA
TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO
Tujuan – Biaya (Rp)
I. WISATAWAN MANCANEGARA
Cibodas – Cibeureum Waterfall 200.000/jalan
Cibodas – Hot Water Spring 275.000/jalan
Cibodas – Gede – Cibodas/Putri 400.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Cibodas 450.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Gede – Cibodas/Putri 475.000/jalan
Bird Watching 500.000/jalan
II. WISATAWAN DOMESTIK
Cibodas – Cibeureum Waterfall 175.000/jalan
Cibodas – Hot Water Spring 225.000/jalan
Cibodas – Gede – Cibodas/Putri 325.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Cibodas 375.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Gede – Cibodas/Putri 400.000/jalan
III. PORTER (MANCANEGARA DAN DOMESTIK)
Cibodas – Cibeureum Waterfall 150.000/jalan
Cibodas – Hot Water Spring 200.000/jalan
Cibodas – Gede – Cibodas/Putri 275.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Cibodas 300.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Gede – Cibodas/Putri 350.000/jalan
Catatan : Untuk pendakian lebih dari 2 hari 1 malam dikenakan biaya tambahan sebesar
Rp. 100.000,-
Untuk Melihat peraturan lengkapnya : Klik Di Sini
Wow mahal bukan, saya teringat dahulu dengan biaya yang amat murah saja! pada waktu itu saya masih SMA kelas satu kira2 tahun 1999. Walaupun dengan biaya pendaftaran dan perijinan yang sangat murah, tapi saya juga agak kebingungan dengan ongkos transportasi dan logistik yang harus saya pecahkan sendiri. Terpaksa saya harus menabung untuk itu.
Aduh bagaimana sekarang yang nota bene tidak semua para pecinta alam atau pendaki gunung, tidak semuanya orang kaya.
komersil.. sudah semakin merambah saat ini TNGP besok Taman Nasional mana lagi yang di komersialisasikan.. ??? komer”sial” !Gede Pangrango, sejak dulu di akui atau tidak telah menjadi surganya para pendaki gunung terutama bagi para pendaki pemula, gunung ini menjadi primadona pendakian. Mulai dari pengembaranan, hikking, kemah, sampai kepada pelaksanana Diklat-sar organisasi pecinta alam.
Di umumkan sebagai Taman Nasional Gede Pangrango pada tahun 1980. Gunung ini terletak di antara 3 kabupaten di antaranya ; kabupaten Bogor, Cianjur dan Suka Bumi.
Alun-alun Surya Kencana (hamparan tempat yang amat luas dan di penuhi oleh bunga edellweis, terutama pada bulan juni atau juli) dan Puncak Gunung Gede Panggrango dapat di tempuh dari 2 rute jalur umum yaitu dari Gunung Putri, lebih dekat menuju puncak menurut saya akan tetapi medannya agak menanjak dan dari Cibodas, medannya lebih landai namun agak memutar, namun dari roete ini banyak pemandangan indah yang bisa di temui separti danau Biru, habitat Owa dan Monyet, Air terjun Cibereum dan air panas. Makanya Cibodas menjadi rute favorit para pendaki.
Dahulu saya ingat, di pos pendaftaran atau perijinan para pendaki biayanya amat murah, di bawah Rp.10.000/orang atau sekitar Rp.2500/orang kalo saya tidak salah ingat. Tapi tahukah anda semenjak ada peraturan baru mengenai TNGP (Taman Nasional Gede Pangrango), semuanya berubah menjadi tidak masuk akal. Berikut perincian biaya yang harus anda keluarkan jika ingin mendaki di TNGP :
TARIF PEMANDUAN WISATA
TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO
Tujuan – Biaya (Rp)
I. WISATAWAN MANCANEGARA
Cibodas – Cibeureum Waterfall 200.000/jalan
Cibodas – Hot Water Spring 275.000/jalan
Cibodas – Gede – Cibodas/Putri 400.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Cibodas 450.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Gede – Cibodas/Putri 475.000/jalan
Bird Watching 500.000/jalan
II. WISATAWAN DOMESTIK
Cibodas – Cibeureum Waterfall 175.000/jalan
Cibodas – Hot Water Spring 225.000/jalan
Cibodas – Gede – Cibodas/Putri 325.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Cibodas 375.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Gede – Cibodas/Putri 400.000/jalan
III. PORTER (MANCANEGARA DAN DOMESTIK)
Cibodas – Cibeureum Waterfall 150.000/jalan
Cibodas – Hot Water Spring 200.000/jalan
Cibodas – Gede – Cibodas/Putri 275.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Cibodas 300.000/jalan
Cibodas – Pangrango – Gede – Cibodas/Putri 350.000/jalan
Catatan : Untuk pendakian lebih dari 2 hari 1 malam dikenakan biaya tambahan sebesar
Rp. 100.000,-
Untuk Melihat peraturan lengkapnya : Klik Di Sini
Wow mahal bukan, saya teringat dahulu dengan biaya yang amat murah saja! pada waktu itu saya masih SMA kelas satu kira2 tahun 1999. Walaupun dengan biaya pendaftaran dan perijinan yang sangat murah, tapi saya juga agak kebingungan dengan ongkos transportasi dan logistik yang harus saya pecahkan sendiri. Terpaksa saya harus menabung untuk itu.
Aduh bagaimana sekarang yang nota bene tidak semua para pecinta alam atau pendaki gunung, tidak semuanya orang kaya.
komersil.. sudah semakin merambah saat ini TNGP besok Taman Nasional mana lagi yang di komersialisasikan.. ??? komer”sial” !!

Gede Pangrango, sejak dulu di akui atau tidak telah menjadi surganya para pendaki gunung terutama bagi para pendaki pemula, gunung ini menjadi primadona pendakian. Mulai dari pengembaranan, hikking, kemah, sampai kepada pelaksanana Diklat-sar organisasi pecinta alam.

Di umumkan sebagai Taman Nasional Gede Pangrango pada tahun 1980. Gunung ini terletak di antara 3 kabupaten di antaranya ; kabupaten Bogor, Cianjur dan Suka Bumi.

Alun-alun Surya Kencana (hamparan tempat yang amat luas dan di penuhi oleh bunga edellweis, terutama pada bulan juni atau juli) dan Puncak Gunung Gede Panggrango dapat di tempuh dari 2 rute jalur umum yaitu dari Gunung Putri, lebih dekat menuju puncak menurut saya akan tetapi medannya agak menanjak dan dari Cibodas, medannya lebih landai namun agak memutar, namun dari roete ini banyak pemandangan indah yang bisa di temui separti danau Biru, habitat Owa dan Monyet, Air terjun Cibereum dan air panas. Makanya Cibodas menjadi rute favorit para pendaki.
Baca Selengkapnya >>

Aksi Penggalangan Dana Samastha Buana

Gempa atau kejadian alam, memang tidak pernah ada yang dapat mengira datangnya walaupun
telah ada ilmu pengetahuan tentang itu tapi tetap saja tidak 100% akurat. Separti yang
terjadi di Sumatera Barat pada tanggal 30 September 2009 pada pukul 17:16:10 waktu setempat.
Nisa salah satu anggota samastha Buana angkatan 10, terkena dampaknya. Rumah Nisa di Bukit
Tinggi Sumbar di kabarkan Luluh Lantak.
Kabar ini saya terima melalui pesan singkat yang di kirimkan oleh beberapa teman di Samastha
Buana pada pagi hari Kamis tanggal 2 Oktober 2009. Hari itu juga kami malamnya membentuk
panitia penggalangan dana untuk membantu Nisa terutama dan juga sanak saudara Nisa di sana.
Maka terbentuklah panitia penggalangan dana yang di ketuai oleh Didit Kuma. Langkah awalnya
adalah meminta bantuan dari para anggota sesama anggota Samastha Buana yang lain dengan
mengirimkan pesan permohonan bantuan untuk Nisa dan juga memberikan no rekening untuk
memudahkan para anggota Samastha Buana yang lain yang jarang berkumpul di Bivac Orange untuk
memberikan bantuan.
Di Samping itu kami juga meminta bantuan di luar anggota atau kepada umum denagan turun ke
jalan :
Penggalangan Dana Di bilangan Taman Puring
Di laksanakan pada hari sabtu (2/10) yang di ikuti oleh Beweh 11, Cocon 16, froggimounty 12,
Toink 18, Didit 16 dan Dimas Brudul 18 yang di lakukan pada sekitar jam 7 malam.
Penggalangan dana di bilangan Bintaro Sex 9
Di laksanakan ke esokan harinya (3/10) di ikuti oleh Kuma, Iim 8, Arwan, Bolot 7,
Froggimounty, Bedul, Okta, Tooink, Dimas dan saya sendiri. Di mulai dari pukul 19.30,
setelah menunggu hujan reda akhirnya kami berangkat ke sana.
Laporannya sebagian dana yang terkumpul telah kami laporkan kepada para anggota yang lain
melalui pesan grup di facebook. Tinngal sisa laporan dari tranferan bank yang belum kami
audit namuan akan segara menyusul.
Bantuan ini sendiri akan langsung di kirim lewat Bank Tranfer ke no. Rekening Nisa di Bank
Mandiri di Bukit Tinggi.
Mungkin hanya ini yang dapat kami berikan untuk Nisa dan harapan kami semoga bantuan ini
dapat berguna untuk Nisa di sana.Gempa atau kejadian alam, memang tidak pernah ada yang dapat mengira datangnya walaupun telah ada ilmu pengetahuan tentang itu tapi tetap saja tidak 100% akurat.
Gempa atau kejadian alam, memang tidak pernah ada yang dapat mengira datangnya walaupun telah ada ilmu pengetahuan tentang itu tapi tetap saja tidak 100% akurat. Separti yang terjadi di Sumatera Barat pada tanggal 30 September 2009 pada pukul 17:16:10 waktu setempat.
Seperti yang terjadi di Sumatera Barat pada tanggal 30 September 2009 pada pukul 17:16:10 waktu setempat.
Nisa salah satu anggota samastha Buana angkatan 10, terkena dampaknya. Rumah Nisa di Bukit  Tinggi Sumbar di kabarkan Luluh Lantak.

Baca Selengkapnya >>

[Free Blog Hosting] [Free Web Hosting] >>> Cheap Back Link
Free Blog Tutorial || Make Money